Tiket Hitam Blogspherexpress

Aku sedang duduk santai di dasbord sambil membaca komentar-komentar baru yang selalu sepi. Ada pesan yang tersangkut akismet hari ini. Tukang pos yang tega menyaring pesan yang menurutnya mengandung sesuatu yang tak pantas dipublikasikan kecuali dengan persetujuan sang pemilik rumah. Jarang sekali ada komentar yang tersangkut di sini, sehingga aku agak malas mengeceknya.
Dengan segan kurobek bungkus surat itu dan membacanya di atas sofa empuk satu-satunya di dasbordku. Ternyata dari seorang sahabatku yang tidak hidup di dunia maya ini.
Hei kawan, bagaimana kabarmu di sana?
Aku membaca tujuh tulisanmu yang terakhir. Sudah pandai meracau rupanya kau. Kata-katamu semakin infektif. Tak bosan-bosan berfiksi ria, kecuali tulisanmu yang terakhir tentang wanita itu agak sedikit melenceng dari cirimu.
Ah sudahlah, aku hanya ingin sedikit berpesan agar kau menghentikan aktifitasmu. Pulanglah, aku rindu candamu. Dan ada satu hal lagi yang harus kau ingat, ujian yang diadakan pemerintah kita. Jangan cemberut! Aku tahu kau agak tak peduli, tapi apalah salahnya mengikuti mereka. Setelah nilaimu keluar barulah pergi kembali ke tempatmu itu. Meski kamarmu akan sedikit berdebu.
Pikirkan kawan, ini tentang masa depanmu. Yah, meski tak menentukan kau jadi apa nantinya. Baiklah, aku tak akan mengoceh lagi. Kulampirkan tiket kereta malam hari ini agar kau tak repot nantinya. Gunakan kalau kau menghargaiku.
Sahabatmu yang sinting
Kuperiksa lagi amplop itu, ada selembar tiket hitam Blogspherexpress pukul 20.15. Bisa kutebak dia mendapatkannya dari Domainers, orang besar yang menjaga pintu pembatas di dunia nyata. Ujian Nasional, yah baiklah. Pukul 19.00, masih ada waktu sebelum asap kereta itu mengepul pergi.
*****
“Selamat malam Tuan,” sapa pria berawak sedang yang menjaga pintu stasiun, masih mengenalku rupanya. “Pergi lagi Tuan?” Lanjutnya.
“Yah, ada ujian yang harus kuselesaikan,” jawabku.
“Banyak yang sudah lebih dulu pergi sebelumnya Tuan. Saya kira Tuan takkan peduli dengan ujian itu,” ucap si penjaga.
“Memang, tapi aku tak mau mengecewakan orangtuaku. Mereka susah payah membiayai sekolah. Lagipula ada tiket gratis.” Kuperlihatkan tiket itu. “Yang mana keretanya?” tanyaku.
“Peron B arah tenggara Tuan.” Dia menunjuk ke balik kereta putih yang sudah pernah kutumpangi sebelumnya. “Semoga sukses Tuan.” Dia tersenyum.
“Trims.” Aku balas tersenyum.
Sekali lagi aku melangkah melewati pintu di stasiun itu. Agak lama aku akan pergi sepertinya, mengingat masa belajar formal yang sedikit lagi usai. Aku akan merindukan dunia ini.
~SEE YOU ALL ~





sekalee-sekalee petromaxxx da sini….
ntar jadi putih ngga ya tiketnya ?
kasih tau saya ya
Yah pergi lagi…
Siapin UN, siapin UN
~om mbelz: silahkan tuan…
~realyfe: makanya kapan2 beli.. hohoh…
~papa adit: iyah papa… mau UN..
~bundo menik: benar bundo, harus siap2… makasih ya bundo…
ohya, alasan perubahan tanggal posting supaya pas ajah…
hehehe…
gw suka ni seri cerita stasiun ini..
Semoga sukses dengan hasil memuaskan Oom Moerz!
“gw suka ni seri cerita stasiun ini..”
kalo saia ndak suka, soale setiaf kali cerita soal stasiun, fasti si moerz ini lunga (a.k.a hiatus)
ah ya, tafi ya asek juga mbacanya segh. Anyway, met belajar kawand! smangadh! smangadh!!!
ada bagusnya juga advis temenmu itu, mas moerz. ujian dah makin dekat. jangan gara2 ngeblog, kacau semuah deh jadinya. untuk sementara bisa hiatus dulu! un tahun ini kan tambah mapelnya. jangan belajar model wayangan, semalem suntuk. ndak efektif itu. yang bagus ya kayak mas moerz naik tangga itu. setahap demi setahap. kalau langsung loncat kan bisa jatuh tersungkur, hehehehe
hmmm…
ceritanya asli kah
suksesss… brooooo
Semoga tiketnya berguna untuk masa depan anda! First things first!
kenapa tiketnya mesti hitam, moerz?
mmm UN ada ujian ttg wordpress ga?
hayooo… belajar yang benar nak
wew, ada ujian apa bro?
kenapa hitam? kalo putih harus di kasi pemutih dulu ya?
eniwei, selamat berjuang!
Awas copet!!!
~tukangkopi: enaknya diterusin siap gitu… heheh…
~payjo: baik kakanda…
~hoek: hohoho…. saya akan daang lagi kawan…
~pak sawali: huaaa.. saya loncat dari tangga?ngeri pak..
~antown: tergantung persepsi anda… hehe..
~paman goop: ok paman…
~pak yari nk: thanks a lot sir..
~om edy: supaya kesannya gelap aja… ntar saya yang bikin un ada wpnya.. hiohhh…
~itik kecil: iya mbak…
~detnot: Ujian Nasional atau ntah apa gitu…
~iphan: yes….
~nazieb: copetnya kan dikau…
semua itu ada waktunya
belajar yang rajin ..nak
semangat UN didepan mata.
belajar yang rajin lah nak, jangan jadi seperti sayah nanti, kekeke…. salam kenal
dapet tiket dari mana sie.. :p
kapan monster summon-nya kluar?
ya gapapa, yang penting harus lulus UN! semangat!
gud luck di UN ya…
kok saya malah ngebayangin film harry potter ya?
hiatus?
akur ama ck
Kebayang kereta api Hogwards
selamat ujian aja, moer..

adik gw juga UN tahun ini..
kita sama-sama berdoa aja…
hohoho…sik usum UN yo?
lagi mau UN yah? SMA?
minggu depan dong..SEMANGAT!!!
lo pasti lulus..
ya udah deh, ente istirahat dulu aja, konsen ama yang lebih prioritas, ntar kalau udah, balek ke sini lagi yaks
keep fighting broo! semoga ga ketinggalan kereta
GANBATTE!!
gudlak..
Bagaimana Ujian Nasional?
hey, gimana kelanjutannya??
ndak diapdet lagi bro?
Walah… giliran awak yang sering OL dianya ngilang
*lempar asbak*
Celingak-celinguk….
Stasiun mana yah…kok aku gak ketemu
Blogspherexpress
Sudah selesai nih UN-nya. Nggak balik?
Semangat- semangat…
Selamat semoga sukses dengan ujian2nya..
sukses deh !
wah UN..aduh belajar juga ah..tapi belajar apa? semoga sampai ditujuan bro..
lho. kok belum balik2 juga?
kaya hogwart express…
eh bukan
maksudnya teringat hogwart’s express ^_^
semangat!!!
salam kenal..
tulisan yang keren dalam menyambut UN. sukses bro.
Wah jangan2 tersesat dikau,
Jangan salah pilih kereta pulang ….
stasiun yang indah