Wanita dan Emansipasi Mereka

Wanita sangatlah indah. Mereka diciptakan begitu menarik sampai kaum Adam rela berlutut untuk mendapatkan cintanya. Padahal Sang Hawa hanya terbuat dari sebatang rusuk yang menyangga daging-daging rapuh yang kesepian. Diciptakan dengan penuh rahmat. Mereka diperintahkan untuk menjaga auratnya. Dan mereka pasti menuruti-Nya, setidaknya kalau iman masih membentengi mereka.
Emansipasi, itulah senjata yang melindungi wanita-wanita saat ini. Saat jaman semakin membusuk dan tak tahu arah. Mereka memperjuangkan kesamaan derajat dengan kaum pria dalam segala bidang. Melepaskan diri dari belenggu-belenggu peraturan yang menurut mereka nista. Hal yang membebaskan mereka untuk lepas berekspresi tanpa batas.
Arti emansipasi bagi wanita menjadi berubah makna. Bebas berekspresi bukan berarti memereteli atribut kehormatan mereka agar menjadi lebih terpandang. Merusak moralitas yang semakin bobrok tanpa menyadari berlebihannya sensualitas yang dipamerkan kepada khalayak luas. Mereka lebih mendewakan dan berpegang teguh terhadap pendirian yang jelas-jelas salah.
Sedikit sekali wanita sekarang yang menghargai pemberian Tuhan saat ini. Mereka rela memamerkan bagian-bagian tubuh yang seharusnya tidak boleh terlihat. Dan kotornya lagi mereka menghalalkan materi yang mereka terima. Padahal sangatlah haram menciptakan uang dengan cara yang buruk. Menyalahkan pria yang mencolek kemolekan tubuhnya yang terbuka. Percayalah tak ada pria yang tergoda birahinya jika bukan karena melihat wanita-wanita yang berseksi ria. Kecuali otak mereka sudah tak berfungsi lagi karena tertutup rayuan setan. Bahkan wanita-wanita menjegal balik orang-orang yang mencekal perbuatannya yang tak senonoh. Bukan berarti mereka yang mencekal sok peduli atau tidak mempedulikan hal lain yang lebih penting untuk dikritisi. Sekadar memberikan jalan agar mereka berintrospeksi.
Sayang, hal-hal yang berbentuk kepedulian di dalam pikiran manusia modern sudah terbuang. Tergantikan oleh komersialisme yang menuntut siapa saja agar rela membanting kehalalan. Sehingga menyebabkan kesalahpahaman yang sama sekali bertolak maksud. Berdendang dan berelegi tentang kerusakan moral saja sudah bisa mewakili pemutarbalikkan fakta. Bahkan budaya asal yang harusnya terlekat erat tak bisa lagi menjadi media berekspresi yang lebih lumrah.
Maka kembalikan lagi kepada orangnya masing-masing. Jika wanita masih memiliki sifat dasarnya yang menghargai pemberian penciptanya maka mereka akan tersadar kembali. Bahwa akhiratlah tempat segalanya berakhir adalah senjata yang lebih ampuh untuk membombardir segala kerusakan iman.





Loh tumben nulis beginian moerz..?
Masya Allah! mas moerz bisa nulis gini dapat wangsit dari mana mas?!
tengah malam habis yahajudan ya?!
sekalian hettrick… lain kali kalo mo dapat wangsit, ksih tau saya dulu yah!
Wah .. postingan mu itu loh, hampir sama dengan postingan wak abdul somad di http://abdulsomad.wordpress.com/2008/03/03/wanita-dalam-bahaya/ .. kaya’nya kompak ya hehehe .. bagus koq.
hoh…
bisa ketinggalan hetrick gini…
walah…
saya dapet wangsit dari emak saya pak…
hehehe….
Salahnya laki laki juga sih, terlalu menunjukan kalau mereka memuja kecantikan dan keindahan wanita. he he
tulisan mas moerz kayak pakar gender, aja, *halah* btw, peremppuan memang telah ditakdirkan menjadi makhluk Tuhan yang memiliki daya tarik dan daya pikat. hampir semua begian tubuh perempuan sangat indah. tak heran kalo mereka sering dijadikan objek eksploitasi bagi para kaum kapitalis. namun, kalau saya lebih tertarik seorang perempuan karena inner beauty-nya.
baimanapun juga wanita harus di hargai terlepas dia itu suci ato bukan!
*
kita sebagai laki2 harus membimbing bukan begitu tho!! *playing hero
kamuh maok jadi pejuang emangsisapi moerz?
Hmmmm… saya tampaknya ngerti wanita mana yang dibicarakan inih..
Mungkin setiap bangsa nampaknya mempunyai standard emansipasi yang berbeda…….
weleh si leher jerapah sudah mulai dewasa rupanya
*lariiiiiiiii
~om ghofur:
saya dapet wangsit dari emak ituh.. hehehe…
~bang eby:
woah saya ndak tau… makasih ya bang..
~imam brotoseno:
haiah… bapak ndak suka wanita yah…hohohoh…
~pak sawali:
iyah2… saya juga suka inner apa itu.. hehehe…
~erickningrat:
thats rockefelers baby… right…
~abeeayang:
hahaha…. saya bukan aktifis…
~nazieb:
sudahlahh… rahasia umum itu… hehehe…
~yari nk:
ohya…. tinggal membedakan kemana arah mereka…
positif atau negatif..
~chatoer:
ah.. saya lebih dewasa dari yang kau kira…
wahahaha…ngomongin simbak yang ditowel-towel itu ya?
ya menurut pendapat saya , itu adalah emansipasi yang salah kaprah
salah penafsiran
Wah..perlu bikin KIOS khusus baju Wanita ala Arab neh…
Apakah perlu FATWA dari MUI neh mas Moerz. Hkes..heks..
Mondar-mandir…menyusuri Toko Kain….
Jadi moerz ngedukung pencekalannya gak??
tulisan hebat
perbanyak postingan berbobot seperti ini Bos!
Arti Emansisapi, eh Emansipasi buat Emakmu ini Nak… *uhuk uhuk*
bukanlah kebebasan berekspresi seperti yang kau tunjukkan itu nak… *uhuk*
sebenernya emansipasi itu apa sih? emansipasi itu sendiri timbul karena adanya pembedaan gender, dan itu yang menurut Emak, NDAK SEHARUSNYA ADA. jadi, harusnya, juga ndak ada yang jebulnya bernama emansipasi.
cukuplah kita manusia, ndak usah dibedakan.
memang udah salah kaprah yang disebut emansipasi ini.
dan maaf, aku sendiri bukan termasuk kaum emansipasif itu. Karena, menurutku… NDAK ADA PERBEDAAN KEDUDUKAN antara COWOK dan CEWEK.
enaf!
dan tindakan pencekalan itu, menurut Emakmu ini, adalah tindakan Bodoh.
yaaa…kenapa juga para pria ndak mencoba menghindari godaan itu, dan menganggapnya sebage ujian hidup? gitu aja kok repot!
:mgreen:
ehehe…
dan masalah cewek yang ditowel towel itu juga, salah dia sendiri!
*gimana toh Emakmu ini Moerz?*
maklum, sudah tuwa…
~ck:
mbak chika mau ditowel2.. hiii…
~realyfe:
betul sekali tuan…
~santri ghundul:
wahh… nanti saya dikira anak muda yang berlebihan pak… hehehe…
~adit:
gimana dengan dikau..?
~achoey:
wah… makasih ya mas… akan terus saya kembangkan..
~EMAK:
ampun mak…
saya anak yang ga tau diri…
hohohoh…
emangnya saya mendeskripsikan emansipasi itu kebebasan berekspresi yah…
hehehe…
kan buat jaman sekarang mak…
sudah berubah arti gitu dari yang seharusnya…
minum itu obat batuknya mak…
aduh lupa mau komne apa?
maaf y klo gitu cuma numpang nyampah
kamu sebagai laki-laki, jangan terperdaya wanita yang seperti itu ya nak… ?
ini suatu dilema, sulit untuk menentukan siapa yang keliru, kaum adam atau kaum hawa?
seperti ayam dan telur, mana yang duluan?
emang capek ngadepin orang2 yang gak kaya gitu…(baca:orang2 yang menjadikan emansipasi wanita sebagai alasan)
eman sipasinya salah arah,
yang punya diri maunya mamerin segala ‘kelebihannya’, ya jangan salahin yg ngeliat donk..
hemm..
susah ya jadi wanita, mau kliatan cantik dikit malah dituduh memamerkan yang ga seharusnya dipamerkan. Eh tapi kalo kasusnya Dewi Persik itu, saya mah juga setuju, kalo dia terlalu lebai dalam mengumbar yang nggak perlu diumbar. Lagian trend fashion taun ini kan Less is more, maksudnya ga usah berlebihan deh, biasa2 aja..
*komen yang ga nyambung*
saya suka wanita..
eh nyambung ngga sih?
humbar aja semua.
*ketawa baca komen diatas*

oh puhlease….
[...] pernah marah sama Dewi Persik. Kadang saya berpikir, pikiran anak muda jaman sekarang lebih dewasa dari umurnya [...]
salam kenal…
mas…minta tolong boleh gak?
tolong hidupkan forum pendidikan kami
yang baru dibikin…
silahkan bikin topik dan tulisan apa saja…
di http://sbucenterfdn.co.cc/forum/index.php
salut atas artikel-artikel di blognya…
sangat membuka wawasan saya secara pribadi..