Endless Midnight
Why i can’t stop this reality
in my place
always be an insurgent
still like a damned child
shit
help me to stop it
i hope i can wake up tommorow
than i can smile for everyone

Why i can’t stop this reality
in my place
always be an insurgent
still like a damned child
shit
help me to stop it
i hope i can wake up tommorow
than i can smile for everyone

Niat sih cuma main sejam duit terbatas soalnya
EH tau-tauhnya pas liat ACCOUNT BRENGSEK udah 2 jam setengah
DUA JAM….

…yah ROCK N ROLL ALLNITE aja deh….
ALAMAKJANG
Suatu malam saya sedang berjalan menuju rumah teman saya. Diperjalanan itu banyak anak-anak kecil yang berkeliaran. Mereka yang lucu dan imut itu bermain dengan riangnya.
Saya ini masih muda dan tentunya masih memiliki otak dengan pemikiran yang penuh dengan fantasi-fantasi yang luar biasa.
Tiba-tiba terpikirkan oleh saya sesuatu hal yang tidak pernah saya pikirkan dan bayangkan sebelumnya. Pemikiran yang amat sangat menggiurkan. Suatu hari ketika saya sudah besar nanti, ketika saya sudah beristri dan istri saya itu melahirkan anak yang lucu. Saat itu saya hidup berkecukupan atau saya rubah menjadi kaya raya. Namanya juga sedang menghayal. Saat itu saya berada dalam posisi orng yang sangat sukses dan perusahaan saya sedang maju dengan pesatnya. Kalau yang saya lihat fenomena saat ini, orang bisnis seperti saya yang sudah besar itu pasti suka rekreasi atau refreshing tanpa mengajak keluarga alias sendiri aja pergi ke mall. Nah, disitulah saya bertemu dengan anak-anak lucu dan imut yang saya pernah jumpai ketika mereka masih kecil. Sekarang mereka sudah dewasa dan seksi-seksi. Namanya anak muda pasti butuh uang untuk belanja-belanja donk, biasa kena penyakit ShOpaHoliC. Ketika itu saya sudah bosan dengan istri saya yang sudah tidak fresh lagi, sudah benyek. Saya tawarkan saja remaja-remaja itu untuk pergi ke hotel bersama saya untuk bersenang-senang. Ternyata mereka mau saya ajak CheCk iN.
Huehuehheheh… Remaja yang bodoh. Akhirnya saya tersadar dari khayalan yang aneh tersebut. Saya terenyak dan termenung, betapa bejatnya si “OM” yang berada dalam diri saya. Kasihan istri dan anak saya serta remaja-remaja yang salah pergaulan itu. ASTAUGHFIRULLAH….