Semangkuk Bubur Ayam
Beberapa bulan yang lalu, Yanto seorang murid biasa di sekolahnya, diajak berlibur oleh teman sekelasnya, Sela, ke Bandung. Banyak hal yang terjadi disana dan banyak juga makanan yang tersedia. Diantara banyak makanan yang tersedia disana yang paling enak dan tidak terlupakan adalah bubur ayam yang penjualnya adalah tetangga Sela sendiri. Sayang Yanto hanya makan satu kali saja sampai dia pulang kerumahnya.
Beberapa bulan kemudian karena Yanto ingin merasakan bubur ayam lagi sejak dia di Bandung, dia mencarinya dan berusaha mendapatkannya dirumah, di sekolah dan dimana saja. Tapi sampai hari terakhir sekolahnya menjelang libr Ramadhan dia belum mendapatkannya.
Pagi hari dirumahnya ketika ibunya sedang masak dan dia seperti biasa membantunya. Yanto bertanya pada ibunya apakah kalau bulan Ramadhan bubur ayam ada yang jual. Ibunya bilang, sepertinya kalau pagi tidak ada. Berarti dia harus menunggu satu bulan lebih supaya bisa makan bubur ayam itu. Hari itu adalah hari terakhir sebelum puasa. Tiba-tiba ibunya pergi menitipkannya masakan yang belum matang agar dilihat-lihat kalau sudah matang lalu diangkat. Sekembalinya sang ibu, ditangan ibunya sudah ada semangkuk bubur ayam untuknya. Betapa senangnya Yanto yang sudah lama mengidam-idamkan makanan itu akhirnya bisa mendapatkannya. Diapun langsung melahapnya. Ibunya memperhatikannya dengan raut muka yang amat puas dan senag. Yanto tersadar setelah bubur itu habis dimakannya, ia amat senang sekali, bukan karena bubur ayamnya yang sangat lezat tetapi karena ibunya, yang begitu penuh perhatian dan kasih sayang padanya.
TERIMA KASIH IBUKU…….
AKU SAYANG IBU………….
Comments(3)




